728 x 90

Terapkan Strategi Transformasi Bisnis, Sattar Taba Dinobatkan CEO Terbaik BUMN Award 2017

  • Rubrik Ekonomi
  • Kamis, 21 Des 2017 08:48
Terapkan Strategi Transformasi Bisnis, Sattar Taba Dinobatkan CEO Terbaik BUMN Award 2017
Direktur Utama PT KBN (Persero)

Tepat pada tanggal 05 November tahun 2013 Sattar Taba menjabat Direktur Utama PT. KBN Persero. Selama perjalanan karirnya di PT. KBN banyak perubahan terutama dalam strategi bisnis. Tidak heran jika PT. KBN pun menyabet penghargaan BUMN Award 2017 yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta pada tanggal 15 September yang lalu. KBN terpilih sebagai BUMN dengan Pengembangan Strategi Terbaik dan Direktur Utama KBN, H.M. Sattar Taba mendapat penghargaan sebagai CEO BUMN Terbaik untuk Kategori Executor.

 

Kemenangan KBN menyabet dua penghargaan dalam ajang bergengsi di ranah BUMN ini tentu bukan semata-mata kebetulan, melainkan ada kerja keras dan strategi jitu yang dilakukan oleh PT. Kawasan Berikat Nusantara. Sattar Taba mengungkapkan bahwa ia dan perusahaan KBN telah melakukan strategi transformasi bisnis untuk menarik minat investor. Menurut Sattar Taba pada sebelumnya perusahaan yang ia pimpin ini hanya melakukan penyewaan, yakni 80 persen lahan KBN disewakan kepada investor dan 20 persennya dikelola sendiri. Tapi kini 80 persen lahan KBN dikelola sendiri, dan hanya 20 persen yang disewakan.

“Dengan mengelola sendiri ini bisa mencetak sesuatu pendapatan tetap dan bagus. Kita mengelola dan membangun dermaga, membangun pabrik distribusi semen, mengelola perusahaan bongkar muat, mengelola ekspedisi, mengelola usaha pelabuahan, membangun rusunami, properti dan lain-lain,” ungkap Sattar Taba menyebutkan.

Dengan melakukan strategi transformasi bisnis ini sehingga membuat nilai dari kekayaan perushaan bergeser pendapatan dan labanya menjadi naik. Selain itu juga menjadikan PT. KBN kawasan yang terintegrasi pelabuhan dengan pelabuhan dan lingkungan yang internasional.

“Yang dimaksud dengan integrasi ini adalah kalau dulu kan hanya menyiapkan lahan, menyiapkan pergudangan, tapi sekarang kita menyiapkan juga pelabuhan, infrastrukturnya, penyediaan air, bahan bakar minyak dan BBM. Kemudian pengolahan air dan listri dan keamanan yang bagus. Jadi perusahaan ini menjadi objek vital nasional sehingga keamanannya itu terjaga,” ujar Sattar Taba menjelaskan.

 

Berita Terkait