728 x 90

Terapkan Strategi Transformasi Bisnis, Sattar Taba Dinobatkan CEO Terbaik BUMN Award 2017

  • Rubrik Ekonomi
  • Kamis, 21 Des 2017 08:48
Terapkan Strategi Transformasi Bisnis, Sattar Taba Dinobatkan CEO Terbaik BUMN Award 2017
Direktur Utama PT KBN (Persero)

 

Sattar yang sudah mulai jatuh hati dengan wirausaha tidak lekas berpuas diri. Diusia yang sangat belia Setelah menyelesaikan bangku Sekolah Dasar ia pun berhasil membeli pabrik penggilingan beras dan jagung.

“Jadi sambil melanjutkan Sekolah Menengah Pertama sambil menjalnkan bisnis, berdagnag dan mengelola pabrik. Setiap sepulang sekolah saya jalankan pabrik tersebut, lalu kemudian subuhnya saya jual di pasar. Itu terus dilakukan sampai saya lulus sekolah,” ungkapnya menuturkan.

Selain menjalankan usaha sembako, pabrik beras dan jagung, Sattar pun sempat menjadi distributor rokok. Boleh dibilang Sattar kecil adalah anak yang ajaib. Selain sudah mahir berdagng dari sejak kelas 3 Sekolah Dasar, ia pun kemudian dengan berani membangun pabrik penggilingan beras dan jagung. Hal tersebut tentu saja akan sulit kita temui dari sosok anak kecil yang mungkin saja teman yang seusia Sattar pada waktu itu belum dapat berfikir ke arah bisnis.

Awal Karir di PT. KBN Persero

Siapa yang menyangka pria kelahiran Makasar ini teryata dulunya sempat mencicipi kuliah di Universitas Gajah Mada, Jogjakarta. Namun ia yang diharapkan oleh orangtuanya dapat menyelesaikan studi di Tanah Jawa justru hanya bertahan beberapa bulan saja. Bukan karena jauh dari keluarga yang menjadi alasan Sattar tidak dapat bertahan di tanah kesultanan. Melainkan karena jiwa berbisnisnya yag tinggi sehingga iya tidak dapat meninggalkan bisnis yang sudah ia rintis dari sejak bangku Sekolah Dasar.

“Saya cuma bertahan sekiar 6 bulan di Jogjakarta. Karena jiwa saya adalah pengusaha, selain itu karena sudah ada usaha juga, jadi saya tidak bisa hanya sekolah tok, tanpa melakukan aktifitas bisnis. Jadi akhirnya saya kembali ke Makasar dan lanjut kuliah di sana,” tutur Sattar seraya tertawa riang mengingat masa mudanya. Ia pun akhirnya melanjutkan studi di tanah kelahirannya sambil menjalankan bisnis hingga lulus perguruan tinggi di Universitas Hasanudin.

Berita Terkait