728 x 90

Investasi di Aceh Capai Rp 21 Triliun

  • Rubrik Ekonomi
  • Kamis, 16 Nov 2017 19:30
Investasi di Aceh Capai Rp 21 Triliun

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe merupakan perkembangan sangat penting bagi perekonomian di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Data BKPM menunjukan, investasi ke Aceh dalam 5 tahun terakhir jumlahnya mencapai Rp 21 triliun. Dari angka tersebut, 75 persen investasi domestic, dan 25 investasi internasional. Negara dengan investasi terbesar di Aceh adalah TIongkok, disusul Malaysia di posisi kedua. Dengan adanya KEK Arun Lhokseumawe, investasi di Aceh semakin menarik.

”KEK Arun Lhokseumawe ini konsepnya sangat atraktif,” kata Thomas Lembong ketika berbicara di hadapan ratusan investor dari dalam dan luar negeri dalam acara Aceh Investment Forum di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

Dia menjelaskan, Arun selama puluhan tahun menjadi terminal ekpor gas LNG utama di Indonesia. Namun dalam beberapa tahun lalu, produksi gas LNG di Aceh sudah mulai turun. Dalam kondisi tersebut, mengkonversi terminal ekspor menjadi terminal import merupakan solusi yang sangat cemerlang.

”Terus terang saat ini kondisi pasar gas dunia sedang tidak bagus. Pasar kebanjiran gas. Jadi kita lebih untung beli gas daripada jual gas. Karena gas bisa dipakai untuk industri, dipakai untuk listrik yang kemudian mendukung sektor jasa, pariwisata dan sebagainya,” jelas Thomas Lembong.

Menurutnya, ini sebuah kemujuran dengan timing yang sangat pas. Arun stop ekspor gas, dan justru impor gas. Terminal ekspor di Arun dikonversi menjadi terminal impor. ”Dan keberadaan terminal gas impor ini bagi saya salah satu atraktivitas utama di KEK Arun Lhokseumawe,” jelasnya.