728 x 90

Dewan Nasionak KEK Optimistis Kemudahan Perizinan Usaha di Daerah Akan Meningkat

  • Rubrik Ekonomi
  • Kamis, 09 Nov 2017 06:34
Dewan Nasionak KEK Optimistis Kemudahan Perizinan Usaha di Daerah Akan Meningkat
Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto (dua dari kanan) berfoto bersama pembicara seminar.

Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Enoh Suharto Pranoto optimistis kemudahan investasi di daerah akan meningkat seiring rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Peningkatan kemudahan perizinan di daerah sejalan dengan terbitnya Perpres No 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Semua perijinan di daerah akan dikawal oleh Satgas Daerah yang diketuai oleh Sekda Provinsi di tingkat provinsi dan Sekda Kabupaten/Kota untuk tingkat kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Enoh Suharto Pranoto di sela-sela Seminar Nasional dengan tema Pengembangan Infrastruktur yang Terintegrasi di Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis, 9 November 2017. Seminar ini terselenggara atas kerjasama Dewan Nasional KEK dengan Kadin dan Himpunan Kawasan Industri Indonesia.

Dalam seminar tersebut mengemuka persoalan dan kendala perizinan investasi di daerah. Investor dan pengelola kawasan industri mengeluhkan sulitnya proses perizinan di sebagian daerah. Bukan hanya sulit mendapatkan izin, tetapi juga cenderung tidak ada kepastian. Ini tidak sejalan dengan semangat pemerintah pusat yang menghendaki perizinan berusaha dipermudah.

”Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang sedang dibentuk oleh pemerintah merupakan solusi bagi kemudahan investasi, termasuk di daerah. Karena di dalamnya melibatkan unsur Pemda yang dipimpin langsung oleh Sekda,” jelas Enoh.

Dia menegaskan, pemerintah memiliki komitmen kuat dalam memberikan kemudahan perizinan berusaha bagi para investor, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri. Pemerintah juga gencar membangun infrastruktur untuk menunjang kegiatan ekonomi. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tepi tersebar di seluruh wilayah Indonesia.