728 x 90

Pemerintah Daerah Dukung KEK Arun Lhokseumawe

  • Rubrik Ekonomi
  • Senin, 17 Jul 2017 18:40
Pemerintah Daerah Dukung KEK Arun Lhokseumawe

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kota Lhokseumawe, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berkomitmen mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe yang telah ditetapkan melalui PP No. 5 Tahun 2017. Bahkan, Pemerintah Provinsi Aceh siap mempercepat dan memberi kemudahan dalam proses administrasi yang dibutuhkan oleh investor.

Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, Dermawan dalam rapat pemantauan progress pelaksanaan rencana aksi KEK Arun Lhokseumawe di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 17 Juli 2017. Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Dewan Nasional KEK, Enoh Suharto Pranoto dan dihadiri Kepala Biro Hukum, Persidangan dan Humas Kemenko Perekonomian, perwakilan Setkab, perwakilan Pemprov Aceh, Pemkab Aceh Utara dan Pemkot Lhokseumawe.

”Terkait proses pengurusan administrasi kami siap mempercepat, dalam seminggu selesai,” tegas Dermawan. Ada beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat tersebut. Diantaranya adalah pembentukan badan usaha pembangunan dan pengelola KEK Arun Lhokseumawe, pembantukan administrator KEK Arun Lhokseumawe, pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah Aceh, serta pembahasan usulan susunan dewan kawasan Provinsi Aceh.

Sekretaris Dewan Nasional KEK, Enoh Suharto Pranoto menyambut baik komitmen Pemprov Aceh untuk mempercepat proses administrasi KEK Arun Lhokseumawe. Dia berharap, empat poin yang dibahas dalam rapat itu sudah ada progress yang signifikan dalam sebulan ke depan.

”Saya optimistis dengan dukungan penuh dari Pemprov Aceh, progress KEK Arun Lhokseumawe ini akan cepat. Apalagi investor di KEK Arun ini sudah jelas yaitu konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMND,” kata Enoh.

Seperti diketahui, konsorsium BUMN dan BUMD berkomitmen menanamkan modal hingga USD 3,8 miliar atau sekitar Rp 50,5 triliun hingga 10 tahun ke depan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Konsorsium tersebut terdiri dari PT. Pertamina, PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Pelindo I, dan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh. Tenaga kerja yang akan terserap diperkirakan mencapai 40.000 orang.

Berita Terkait