728 x 90

Ajak Investor Manfaatkan Insentif di KEK

Ajak Investor Manfaatkan Insentif di KEK

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Darmin Nasution mendorong para investor memanfaatkan insentif dan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah untuk berinvestasi di KEK.

Kehadiran KEK di seluruh Indonesia yang kini jumlahnya 11 selalu diringi dengan insentif dan fasilitas. Dengan harapan akan menarik minat investor menanamkan modalnya, sehingga investasi tidak hanya menumpuk di Pulau Jawa, tetapi juga tersebar di seluruh Indonesia.

”Pemerintah memberi banyak kemudahan kepada investor yang ingin masuk ke KEK,” kata Darmin Nasution ketika menyaksikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Pengelolaan Aset di KEK Sei Mangkei antara Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian dengan Direktur Utama PTPN III (Persero) di kantor Menko Ekonomi, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (17/5).

Pada kesempatan itu, dilakukan juga Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Operasi Aset di KEK Sei Mangkei antara Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri dengan Direktur Utama PTPN III. Aset di KEK Sei Mangkei yang diserahterimakan dari Kementerian Perindustrian kepada PTPN III adalah jalan poros sepanjang 3,5 kilometer, Dry Port berkapasitas 5.300 TEUs per tahun, dan Tank Farm 2x300 ton (CPKO) dan 1x5.000 ton (CPO).

Kemudian Penandatanganan Nota Kesepahaman Investasi antara Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK dengan investor. Yaitu Direktur Utama PTPN III dengan Direktur Utama PT Alternative Protein Indonesia (API) tentang rencana pembangunan pabrik penghasil alternative protein (protein, Iinin, chitin/fat).

PT API merupakan konsorsium dari Perusahaan Fera (UK), Capita (UK), Millibeter (Belgium), Buhler (Switzerland), dan Aalborg GSP (Denmark). Pembangunan pabrik Alternatif Protein pada lahan di KEK Sei Mangkei seluas 71 hektar akan menjadi pabrik alternatif protein pioner dari serangga di Asia Tenggara.