728 x 90

Perum Jamkrindo Mendukung Bisnis Start Up

  • Rubrik Ekonomi
  • Rabu, 10 Mei 2017 18:13
Perum Jamkrindo Mendukung Bisnis Start Up

Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) mencatat aset Rp13,67 triliun hingga akhir Februari 2017. Diding S. Anwar, Direktur Utama Perum Jamkrindo mengatakan jumlah ini telah meningkat 0,7% dibandingkan 31 Desember 2016 lalu. Dia mengatakan dari jumlah aset ini ekuitas perusahaan tercatat mencapai Rp10,57 triliun.

“Naik 1,2% dibandingkan 31 Desember 2016,” katanya di sela acara peluncuran program AKSI Pangan OJK di Payakumbuh, Jumat (24/3/2017). Diding menuturkan, berkat jasa para pendahulu, kerja keras seluruh jajaran manajemen dan karyawan, kinerja Perum Jamkrindo terus meningkat pesat.

Sebagai gambaran, volume penjaminan Perum Jamkrindo pada tahun 2012 sebesar Rp53 triliun, meningkat menjadi Rp126 triliun di akhir tahun 2016. Ekuitas meningkat dari Rp5 triliun menjadi 10,3 triliun. Pajak yang dibayarkan dari Rp173 miliar menjadi Rp238 miliar. Dividen dari Rp65 miliar menjadi Rp313 miliar pada tahun 2015.

Penyertaan Modal Negara yang diterima Rp7,5 triliun, meningkat ekuitasnya menjadi Rp9,5 triliun. SDM yang tadinya 300 orang menjadi sekitar 1.100. Jumlah divisi dari 11 menjadi 19. Kantor Wilayah dari tidak ada menjadi 9. Kantor cabang dar 11 menjadi 56. Dan kantor unit pelayanan dari tidak ada menjadi 14.

Sementara untuk kinerja 2017, Diding mengatakan telah memberikan jaminan kredit sebesar Rp17,39 triliun. Kredit yang dijamin oleh Perum Jamkrindo ini terdiri dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penjaminan kredit komersil (non-KUR). Dari total volume penjaminan tersebut, Perum Jamkrindo memberikan jaminan kepada kredit non-KUR sebesar Rp11,71 triliun dan Kredit Penjaminan KUR sebesar Rp5,68 triliun.

Sebagai perusahaan BUMN, Perum Jamkrindo berkomitmen mendukung program pemerintah di bidang ekonomi. Implementasi yang dilakukan diantaranya melalui kegiatan pemberian bantuan konsultasi manajemen.

Berita Terkait