728 x 90

Jelang Pilkada serentak, waspadai kampanye terselubung

  • Rubrik Pilkada
  • Senin, 03 Okt 2016 09:24
Jelang Pilkada serentak, waspadai kampanye terselubung
Ilustrasi Pilkada serentak 2017

Birokrasi News - Salah satu modus yang banyak dilakukan saat Pilkada adalah kampanye terselubung memanfaatkan anggaran Pemerintah daerah, hal ini dibeberkan Komisioner Bidang Pengaduan dan Penyelidikan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Waluyo di Jakarta, Senin (3/10) . 

KASN mengajak semua pihak, khususnya kalangan ASN untuk lebih waspada, dan tidak terjebak dalam  kampanye terselubung. "Misalnya memasang baliho ketika ada acara dengan membubuhkan kata-kata 'lanjutkan' kepemimpinan kepala daerah tersebut," ujarnya.

Waluyo mengatakan, modus selanjutnya yang kerap dilakukan yaitu memanfaatkan program keluarga berencana (KB) yang ada di BKKBN. Karena program KB mengusung angka 2 sebagai cara untuk menekan jumlah penduduk, maka biasanya calon yang mendapat nomor urut 2 selalu menggunakan kata-kata yang ada hubungannya dengan angka 2. 

Selain itu, ada juga pasangan calon yang menggunakan anggaran Pemda untuk memasang advertorial profil daerahnya namun memasang foto mereka. "Ada juga yang menggunakan modus mengumpulkan kepala dinas atau staf di dalam Rakor atau Rapim, tetapi dia melakukan kampanye dengan memberikan pesan-pesan khusus," kata Waluyo. 

Menurut Waluyo, modus yang paling parah yaitu melakukan intimidasi pelaksanaan Pilkada yaitu dengan ikut campur tangan dalam proses Pilkada. "Ada juga modus berupa teks books, yaitu kampanye melalui media sosial," katanya. 

Dikatakan, semua modus tersebut merupakan hasil penyelidikan KASN dalam Pilkada tahun 2015 yang disinyalir masih akan digunakan dalam Pilkada mendatang. Untuk itu, KASN meminta Panwaslu untuk lebih cermat dalam melakukan pengawasan guna memperoleh bukti pelanggaran. 

Berita Terkait