728 x 90

John Hanke :Dibalik sukses Pokemon Go

John Hanke :Dibalik sukses Pokemon Go
John Hanke, CEO Niantic Labs

Akhinya resmi pada tanggal 6 Agustus 2016, Pokemon Go rilis di Indonesia, tahukah anda, game berbasis Augmented Reality (AR) yang dikembangkan developer Niantic, John Hanke memerlukan 20 tahun dalam proses pengembangannya.

Bermula dari saat masih menjadi mahasiswa Universitas Texas, Austin,  Hanke  mulai menciptakan massively multiplayer online game (MMO) yaitu Meridian 59, yang pada akhirnya game tersebut dijual ke perusahaan 3DO, demi berfokus dalam passionnya dalam mengembangkan layanan pemetaan dunia.

Hanke yang mendapatkan gelar MBA-nya dari Haas School of Business, Universitas California, Berkeley ini, pada tahun 2000  berhasil meluncurkan Keyhole, layanan yang memadukan peta dengan photo udara, sebuah layanan peta dunia yang terhubung dengan GPS. Pada tahun 2004, Google membeli Keyhole, dan berganti nama menjadi Google Earth, Hanke memulai proyek Google earth bersama sekitar 30 orang pada tahun 2004, dan pada 2010 lebih dari 1.000 insinyur dan manajer proyek beserta beberapa ribu kontraktor yang bekerja untuk Google Maps dan Google Street View.

Ini jelas dapat kita rasakan mengapa Pokemon Go mengandalkan pemetaan online 

Berdasarkan pengalamannya berkiprah di Google, pada tahun 2010 Hanke mendirikan perusahaan sendiri bernama Niantic, dan pada tahun 2012, Niantic sukses menciptakan game berbasis peta pertama, yang bernama Ingress. Game ini bisa dijalankan di ponsel dan mengusung konsep bermain game di dunia nyata,keberhasilan dari Ingress dibuktikan dengan 15 juta penguna game tersebut.

Dalam pembuatan dan pengembangan game Pokemon Go, Hanke mengumpulkan dana sebesar $ 25 juta (Rp328 miliar). Dana diperoleh dari Google, Nintendo, Pokemon Company dan investor lainnya mulai dari Desember 2015 sampai Februari 2016. Dana tersebut termasuk untuk membentuk tim yang membuat Pokemon Go. (sid)

 

Berita Terkait